Langsung ke konten utama

Perihal Pimpin-memimpin

Tuhan menciptakan orang tentunya untuk memimpin. Dalam dinamika sosial tentunya pimpin-memimpin merupakan hal yang lazim. Tetapi, ada banyak bias yang terjadi dalam mimpin-memimpin, jika seorang pemimpin melakukan segala sesuatu ada dasar kehendaknya sendiri. Padahal saat memimpin, ia tidak sendiri, tetapi memiliki tanggun jawab terhadap beberapa anggota. Karena anggota merasa dipimpin tentunya mereka juga memiliki hak untuk melakukan sesuatu tanpa keluar dari koridor yang telah ditetapkan. Koridor yang saya maksud adalah peraturan yang ditentukan oleh pemimpin. 

Saya memiliki pengalaman satu pengalaman yang menarik diceritakan. Peristiwa yang belum lama terjadi, bahkan baru semalam berlalu sejak tanggal saya menulis cerita ini. Ini akan berkaitan dengan pimpinan memimpin, tetapi dalam skala yang kecil. Misalnya dalam grup WhatsApp. Dalam grup WhatsApp pun tentunya ada pemimpin, maka adminlah yang menjadi pemimpin dalam grup WhatsApp tersebut.

Pasca kejadian, saya berpikir "loh, untuk apa dibuat WhatsApp kalau di dalamnya tidak terserah deskripsi aturan, lantas admin grup tersebut mengeluarkan saya tanpa peringatan tanpa terguran? Apakah grup tersebut dibuat untuk kepentingan pribadi?" Nama grupnya Bidikmisi 2016, di sana banyak orang-orang yang bergabung, tetapi yang menjadi admin hanya dirinya sendiri.

Maka dari peristiwa tersebut, saya sempat bingung, dan berpikir tentang sebab saya dikeluarkan dari grup setelah saya memposting beberapa konten channel YouTube saya. Toh isinya juga morottal dan hal- hal yang mengedukasi. Tetapi justru saya tidak menemukan alasan yang baik dan benar (menurut saya) atas tindakan adamin tersebut. Lantas saya konfirmasi melalui private chat.

Saya mulai dengan huruf "P", sekadar untuk diketahui oleh para pengguna WhatsApp. Huruf "P" yang digunakan untuk mengawali chat dilakukan untuk mengecek dan memastikan target yang dituju masih aktif atau pasif. Huruf "P" saya duga berasal dari para pengguna Blackberry Messenger, dari suku kata "PING". Setau saya PING berasal dari salah satu dari sekian istilah dalam dunia komputer. PING dapat diartikan memanggil. Kembali ke topik, saya dahulukan kata "mohon maaf" kemudian saya susul dengan kalimat konfirmasi. Setelahnya si admin membalas dengan kata "maaf" seperti ini percakapan kami:

"Wa'alaukumussalam.
Kenapa saya di keluarkan dari grup tanpa teguran?
Atau peringatan?"

"Tabe bang grup sudah saya hapus."

"Saya konfirmasi sama taman-taman.. apakah ini betul atau tidak."

"Bukan tempat berniaga atau share2 hasil yang umumnya tertuju pada pendapatan sepihak. Tabe sekali maaf.
Sekali lagi maaf."

"Tapikan bukan seperti itu.. minimalnya diberi peringatan..."

"Grup sudah non aktifkan bang."

"Sudah sejauh ini kok masih mengutamakan egoisme sendiri?"

"Tidak ada yg perlu disesalkan. Stu persatu akan hilang"

"Mana yang betul? Dihapus atau dinonaktifkan?"

"Chat nya saya batasi cuma admin. dengan kesimpulan orang didalam tdk mampu menshare sesuatu"

"3 keterangan?
Dihapus, Nonaktifkan, dan dibatasi? Mana yang benar?"

"knapa harus perlu klarifikasi?"


"Oke... Saya paham karena itu grup milik anda?"

"Maaf"

"Kuliah berapa lama tapi percuma, ilmu digunakan untuk memperbodohi orang.
😂
 Heran saya.."

"Maaf"

"Tidak perlu minta maaf... Saya bukan orang yang diciptakan untuk menerima maaf... Simpel kan? Cukup saya tau saja.. semoga semua yang anda lakukan selama ini selalu mendapati kesuksesan.. intinya cukup saya mau tau siapa anda. Dan berhenti sampai di situ."

"Intinya saya tdk kenal anda"

"Saya tidak perlu dikenal.."

Saya salut sama admin seperti ini... Kalau Indonesia punya banyak orang seperti ini. Akan tertib dan damai..😂"

"Saya yang baper atau anda"

"Hahhaahahh 👍🏻👍🏻"

"Saya yang keheranan, tanpa tau kesalahan dikeluarkan, dari grup dan diberi keterangan siluman.😂
Mantap, bro. Terus membaca dan menulis gila."

Username yang digunakannya dalam WhatsApp "Penulis_Gila" berikut nomor WhatsApp https://wa.me/62 821-9511-8589. Saya tidak akan menutupi identitasnya saat chat. Karena toh, dia menggunakan identitas palsu. Jadi bagi yang ingin berkenalan silahkan klik link nomor yang telah saya tik dalam paragraf ini.

Dari sekian percakapan yang telah ada, saya mengambil satu kesimpulan. Bahwa si admin mengeluarkan saya dari grup karena ada unsur ketidaksukaan. Sebab sebelum saya mengirim konten saya. Terlebih dahulu ada yang mengirim semacam pamflet promosi. Lalu pengirim terdahulu dibiarkan malah saya yang dikeluarkan. 

Saya pikir, sejauh-jauhnya orang membaca, maka mereka akan semakin bijak, ternyata ada yang sejauh-jauhnya membaca, hanya untuk meperbodohi orang lain.

Satu yang saya ingin katakan pada para pembaca dari saya sebagai seorang saudara. "Jangan pernah memimpin hanya untuk kepentingan pribadi, ada kepertingan anggota yang lebih penting dari kepentingan pribadi."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.