Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Menyatukan Timur dan Barat

Selamat menuju ke kehidupan baru. Betul kata pendahulu, kita harus punya impian yang tinggi. Maka saya ingin menyatukan timur dan barat. Tapi bukan itu esensi dari impian saya, adalah pertemuan antara kita yang saling mencari dari timur dan barat mana pun setelah kita mengukuhkan niat. Dan kita saling menerima, bukan karena dasar keinginan, sebab tak ada manusia yang betul-betul mengukur dan memperkirakan jumlah keinginannya, melainkan kita adalah takdir yang saling bertemu, yang saling membutuhkan sebagai serpihan kegelisahan yang menyatu. Pertemuan itu adalah pertemuan antara timur dan barat. Matahari adalah surat kerinduan yang diantarkan waktu kepadamu. Saban hari, akan terus kukirimi surat-surat kerinduan, untuk kau simpan di laci paling aman, dalam hati terdalammu. Katakanlah, saya sebagai timur yang memancarkan cahaya untuk menerangi  dan mengawali jalan-jalan perjuangan dan keikhlasan. Lalu kau adalah barat yang menyimpan keindahan senja, lalu menemukan keihklasan dan...

Perempuan dan Alam

Mencintai, bukan hanya tentang cara kita menyimpan perasaan pada lawan jenis, tetapi menyimpan perasaan pula pada semua ciptaan Tuhan. Salah satunya, mencintai alam. Terkadang ada kesamaan manusia menerka perasaannya pada dua objek ini, perempuan dan alam. Kita jatuh cinta pada keindahan alam dan juga pada keindahan perempuan. Keindahan bukan berarti hal sempurna, yang diinterpretasikan banyak orang. Tapi keindahan yang saya maksud adalah ketika kita menemukan kesederhanaan yang tidak dilihat oleh banyak orang. Itulah keindahan, perdamaian antara penglihatan, pikiran, dan perasaan (Rahmat Adianto, 2020).

Hari Buku Sedunia 23 April 2020

Berteman dengan buku-buku, membawa kita berkelana dalam segala alam. Membaca tentang keburukan, boleh jadi akan tertarik. Membaca tentang kebaikan, boleh tertarik pula. Lalu kita membaca tentang kebijakan agar menimbang baik-buruknya menjadi manfaat.

Kesunyian dan ketakutan

Saat ini, kau akan fasih bercerita tentang kisah perasaan asmaramu. Lalu apa yang kau akan ceritakan padaku? Sementara saya yang masih disetiai kesunyian. Sebab sampai saat ini saya tak lagi bisa mendapatkan seorang yang bisa mengisi ruang-ruang kesunyian itu. Ruang-ruang yang hampa, tanpa belaian, tanpa kasih sayang, tanpa perhatian sepenuhnya. Saya rindu masa-masa lalu, kisah yang telah usai, meskipun hanya kisah yang usang, tapi itu adalah kisah-kisah yang mengisi hidupku. Kisah-kisah yang memberikan saya banyak hal untuk sedikit berani bercerita tentang perasaan perempuan, tentang kesakitan perempuan. Bagi lelaki setia, janji adalah ketulusan dan kesungguhan hati saat ia jatuh cinta pada seorang perempuan. Lalu berproses, berkomitmen untuk saling menyayangi, saling berbagi, dan banyak hal tentang masa depan. Dan ternyata karena takdir terkadang tak sesuai dengan harapan, maka terjadilah persiteruan, bahkan berpisah. Bukan karena pengingkaran janji semata, tetapi karena takdir. Sek...

Episode dari Si Kecil Fani

Dari Si Kecil Fani. Kami akan mengumpulkan episode demi episode untuk dirangkaikan jadi cerita yang utuh. Tentang Fani  Si Kecil Fani, demikian nama yang saya hadiahkan padanya. Fani Astika, nama lengkapnya. Saya menyebutnya Si Kecil karena ukuran tubuhnya yang minimalis. Mahasiswa PG-PAUD Muhammadiyah Kendari ini selalu gesit dalam hal apa pun. Dia gemar bekelana tanpa takut, dia gemar memanjat puncak-puncak, dia juga gemar ikut keramaian arus demonstran. Mungkin saja, dia salah satu pelopor  Feminis abad ke-19 yang bereinkarnasi di abad ke-21 ini. Saya selalu suka dengan kegilaannya. Bahkan saya pernah dan akan sering mengatakan bahwa "saya jatuh cinta kesekian kalinya padamu". Cinta yang akan dimaknai dengan berbagai sudut pandang. mungkin seperti puisi yang saya buatkan untuk taman yang saat itu meminta tema persahabatan atau puisi yang saya buat untuk cinta yang lebih dari teman. saya akan cantumkan kedua puisi itu menjadi penutup narasi ini. Semoga kita a...

Sepenggal Sejara Bahasa Indonesia, 13 April 2020

Kak rahmat Kita tau pulau penyengat? Pulau Penyengat, nama masyarakat, Pulau Penyengat Inderasakti, nama dari Kerajaan Riau, Pulau Mars dari Kerajaan Belanda. Letaknya di Tanjungpinang.  Baru percayaki, bahasa indonesia dari situ? Bahasa Indonesia dari bahasa Melayu yang saat itu digunakan oleh Asia timur sebagai bahasa perdagangan. Kalau bahasa Indonesia diklaim dari sana, itu bukan bahasa Indonesia tapi bahasa Melayu. Pada 28 Oktober 1928 itu penetapan bahasa Melayu menjadi bahasa Nusantara saat itu, Indonesia sudah ada tapi masih bersifat Nusa Antara ditandai dengan perjuangan kedaerahan, Misalnya Jong Java perjuangan atas nama Pulau Jawa, Jong Selebes atas nama pulau Sulawesi, dll. Kemudian bahasa Melayu resmi menjadi bahasa Indonesia pada 18 Agustus 1945 sehari selesai proklamasi kemerdekaan.

Puncak Cinta, 13 April 2020

Puncak dari cinta apa? Menurut ta kak. Puncak dari cinta adalah kematian. Orang tidak kan mencintai, apabila dia telah tiada. Dari konsep realitas. Kalau konsep metafisik, puncak dari cinta beragam, bisa saat mereka bertemu di alam barzah, bisa bertemu di surga, atau bertemu di neraka. Rasulullah pernah menyelamatkan umatnya dari siksa neraka, berarti di dalam alam lainpun masih ada cinta. Tapi menurut saya nah. Belum tau pandangan orang lain.

Laki-laki di Mata Perempuan, 13 April 2020

Saya sudah berusaha baik pada perempuan, dan janji pada saat diucapkan itu adalah janji sejati, maka perpisahan yang membuat orang-orang mengatakan bahwa itu bulsyit.. tapi tidak untuk semua orang yang mungkin menginginkan harta, mengikuti tantangan, atau tukang selingkuh. Ya itulah dunia, jangankan pacaran orang menikah saja masih bisa berpisah. Saya terkadang takut hal itu akan terjadi, sekuat apapun kita mengalah akan semakin diserang dan sekuat apapun kita marah akan semakin menyakiti pasangan. Ah... Hidup saling mengerti betapa indahnya, bernegosiasi, dan saling mengalah.

Mimpi Aneh, 11 April 2020

Beberapa malam lalu, saya bermimpi tentang hal yang aneh, lucu, dan malu jika saya ceritakan. Berapa hari ini saya saya berada di dalam keluarga kecil, keluarga Laskar Sastra. Di sini memang lumayan banyak yang saya kenal, dan banyak juga yang tidak saya kenal. Lalu ada satu perempuan yang pendai berkawan, beberapa hari bertemu dia telah mengakrabiku. Saya terus bercanda padanya, sebaliknya. Satu hal yang saring dia katakan, ketika saya mengeluh tidak enak atau tidak manis saat saya makan atau minum sesuatu. Teh, kopi, atau apapun. Dia katakan "kak, kalau Nda manis lihat saja saya." Lalu dia tertawa, sejenak saya perhatikan rautnya, dia seorang yang manis, baik, perhatian, dan familiar. Beberapa hari saya sakit, dia peduli pada saya, mungkin karena kepeduliannya hingga saya tidak sengaja memimpikannya . Saya mimpi kami begitu dekat, dia selalu menemani saya, mengajak saya cerita dan kami sesekali tertawa. Lalu saya berbaring di pahanya setelah penawarannya. Sekilas saya bahag...

Tatakrama, 13 April 2020

Semisal kita baru bertemu, kita langsung akrab. Lalu kau mengajak saya ke rumah. Setiba di rumah, saat kau ajak saya masuk ke dalam rumah, saya akan menunggu di halaman. Ajakan saya berhenti di teras, selanjutnya saya berhenti tepat di pintu dan duduk di dekat pintu. Selanjutnya lagi, saya akan duduk di kursi, lalu jika memaksa saya untuk melihat isi dapurmu saya milih diam sampai kamu memaksa dan mungkin marah dan mengatakan "Pemali kalau sudah dipanggil, baru tidak datang". Sebab leluhur dan orang tuaku, mengajarkan demikian.

Tentang Film "The Flowers of War"11 April 2020

The Flowers of War, judul yang bercerita tentang bunga dan perang, filmnya dibuka dengan perang antara militer Jepang dan militer Cina. Akhirnya, Nanking jatuh ke genggaman militer Jepang, setelah pembantaian dilakukan pada sesiapa pun, kecuali pendeta. Pelacur-pelacur dihempaskan peluruh senapan, perawan-perawan (murid-murid di biara) dilampiaskan nafsu (diperkosa). Secara eksplisit, tidak ada satu adegan menunjukkan bunga. Saya curiga, bahwa bunga yang dikatakan adalah pelacur-pelacur yang pada akhirnya mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan perawan-perawan itu. Tapi mungkin masih ada interpretasi lain?
TENTANG POHON ASAM DI BELAKANG RUMAH : kepada Rahmat Adianto Mungkin sampai mati saya akan terus bercerita tentang sepi Tentang pohon yang lupa pokok Tentang rumah yang lupa alamat Atau tentang kita yang tiada berpaut Ingin sekali kuceritakan padamu perihal pohon asam di belakang rumah Agar bisa kau resapi desir angin dan bunyi daun-daun mungil bergesekan Juga ranting pada atap yang menerbitkan ngilu Yang membuatku tambah bisu Tapi ayah, bila engkau datang kembali Melihat rumah kecil dan reyot ini Dinding yang sudah lapuk ini Guguran daun-daun asam ini Adalah gugusan kesunyian demi kesunyian Irianto Ibrahim Kendari, 10 April 2020 Penulis. https://web.facebook.com/anto.lamalonda.9?__tn__=%2CdlC-R-R&eid=ARA-4gyqyeeoTvm02A3NIqE4-sBjl4FB4e8QuUB_QUaBURONECT_rcrX3XYZd8PO_Fv0p_7Qj_O4JZF2&hc_ref=ARS2AbBr1P7mlqHfAiQzy2PcIezwem-LzSHPWEaTijjK1c8a6lEIfSGpkf4yrjzeBV8&ref=nf_target

20 April 2020

Seonggok debu di rumah kumuh, telah lama bernyanyi lirih. Di Awangnya, dedaunan asam bercengkerama dengan desir angin yang membelaikan kerinduan pada rumah itu. Bila kelam tiba, sepi mengoyak, lalu melepasnya begitu saja. Betapa sedihnya, sebab empunya tak pernah benar-benar jujur mengakuinya, lantaran nasibnya yang tak beruntung, hanya ke-Ada-an bersimpati, dan dua pohon asam yang setia mengabdi.

10 April 2020

Kegilaan adalah rumah yang dilupakan alamat, mesti ada sayembara yang mengharuskan pepohonan berlomba mengintip dan melambai-lambai. Sejak malam datang, bulan, bintang dan gagak-gagak membisu. Pepohonan melupakan wujudnya, dan memilih menari tanpa gestur, tanpa nada, dan bukan tangis, bukan pula tawa. Sebab semuanya adalah kegilaan Yang sukar dinikmati, kecuali dipahami.

09 April 2020

Diam, tertindas Memberontak, disalahkan. Kita boleh terdiri kokoh, Mengorbankan kebahagiaan kita.   Tapi tidak, mengorbankan kebahagiaan orang tua yang telah lama menderita. Setinggi-tingginya kita berdiri, kita akan dan harus tunduk pada adab.

Tuhan yang Malu

Tuhan yang Malu Malam terlahir di rahim waktu Kelam pekat memandang tapal batas kuasa Di pertigaan malam, manusia bersatu menggoda iblis-iblis Agar masyuk mengumbar kemaluan Dan sangsi di perempatan malam Menuju alamat yang tak pernah disebutkan Oleh gagak-gagak, se-huruf pun Lalu mereka berbondong-bondong memohon pengampunan Dari Tuhan yang tengah malu memaafkan. Sebab Tuhan mencintai ciptaan-ciptaan Tapi mereka telah hidup dalam kesia-siaan Sungai yang menganank di pelosok mata ibu Mereka seruput tanpa dahaga Birahi meng-klimaks dalam persetubuhan Manusia dengan iblis yang mencintai tahta Merindukan anak-anak pemberontak Yang akan membantai orang-orang tua Padahal betapa girangnya orang-orang tua Mengajarkan kesetiaan pada anak-cucu Yang menendang-nendang dalam rahim purba Mereka lahir dan tubuh dalam kasih sayang dan perhatian Lalu bertemu sebagai sepasang yang disahkan dalam ikrar Atas nama Tuhan yang tak pernah mereka tahu Tuhan yan...

05 April 2020

Ada apa?

4 April 2020

Tembus pagi, hanya untuk nonton, Film "Resistance", membaca dikit tentang Nazi dan pembantaiannya. Tentunya tidak terlepas dari tragedi Holocaust yang sedikit dibahas dalam The Freedom Writers. Wahhhhhh hebat . Etssssssss, saya sempat baca ada kata "Tentang Merah"

04 April 2020

Terima Kasih Ahmad Ridwan Wanderer

Revolusi Mental dan Feminisme dalam Film “The Freedom Writers”

                                  https://en.wikipedia.org/wiki/Freedom_Writers Oleh: Rahmat Adianto Saya terkesimasaat menghabiskandurasi (2 jam 2 menit 57 detik)dari sebuah film, The Freedom Writers . Banyak inspirasi dan nilai sosial yang disajikan dalam film ini. Isnpirasi dan nilai yang setidaknya dapat diterapkan dalam kehidupan kita sebagai makhluk majemuk dengan keadaan yang plural. Secara Psikologi, kehadiran tokoh utama memberikan banyak perbahan terhadap kejiwaan para siswa dengan mengajarkan arti keberangaman yang harusnya bersatu. Selain itu, film ini dapat ditinjau mengunakan pemikiran feminisme. “Setidaknya saat kau mati membela diri, kau mati terhormat sebagai seorang pejuang.” “Jadi jika kau mati, kau akan mendapat hormat? Begitu menurutmu? Apa kau tahu apa yang terjadi saat kau mati? ...

01 April 2020

Soe Hok Gie menanti usianya ke 27 tahun di gunung Semeru, sehari sebelum hari kelahirannya tiba. 26 Desember, ia menghirup gas beracun. Ia berkenalan dan dijemput maut. Ia pernah berkata "Nasib baik adalah tidak terlahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda." Kalimat yang terinspirasi dari percakapan Midas dengan Silenus.

1 April 2020

Kita adalah manusia, yang harus memanusiakan orang lumpuh (mati rasa) yang tak acuh pada penderita murba. Kita harus merasakan penderitaan orang lain, dengan demikian kita adalah manusia yang me-manusia.

28 Maret 2020

Saya begitu mencintai alam, hanya terkadang saya tidak sadar melakukan hal-hal, mungkin karena kebiasaan sejak kecil. Di Amarilis, salah satu puncak pendek di kota Kendari. Hampir setiap malam minggu saya mengunjunginya. Meskipun banyak orang bilang "di situ-situ terus". Bukan soal tempat atau apun yang berkaitan dengan kepuasan, tapi saya telah jatuh cinta pada alam. Telah lama saya bersahabat dengan alam, setiap memuncak dalam keadaan mendung, saya selalu meyakini bahwa hujan tidak akan turun, asal jangan selalu disebut. Tengah malam, saya mulai melihat bintang-bintang berkerlipan. Selama saya me-muncak juga ada gadis-gadis sebaya tau junior yang ikut. Mereka aman selama bersama saya, tanpa disekiti makhluk dunia sebelah.

28 Maret 2020

Ini bukan perihal siapa yang terkuat dan yang mampu. Tetapi, perihal semangat dan keikhlasan, yang sederhana pun bisa menjadi kuat dan mampu, bahkan lebih dari itu (Istimewa). Ini perjalanan kita semua, menyuarakan kepedulian saat dunia hanyut dalam gamangnya hoax Corona dan Virus Corona.   # Relawansultra ... Lihat Selengkapnya      

26 Maret 2020

1. Rash Hashanah (Tahun Baru Yahudi) 2. Yom Kippur (Hari Penembusan Dosa) 3. Sukkot (Peta Berkemah) 4. Shemini Atzeret (Penghabisan Waktu Tanpa Ritual) and Simchat Torah (Perayaan Taurat) 5.Hanukkah (Hari Pentahbisan) 6. Tu Bishvat (Tahun Baru Pohon) 7. Purim (Hari Raya Yahudi) 8. Pesach (Pasca Yahudi) 9. Shavuot (Perayaan Panen) 10. Tisha B'auv (Hari Berkabung). Seperti yang saya tuliskan, kurang lebih hari raya Kamu Yahudi (Yudhaisme). Kenapa bisa Yahudi merayakan hari Raya Nyepi? Sementara hari yang harus dirayakan oleh mereka ada 10 momen. Bukankah Hari Raya Nyepi dirayakan oleh Umat Hindu?

26 Maret 2020

Bang Nois pernah membuat satu narasi yang utuh sebagai contoh cara menulis story Telling pada kami. Dua kata yang saya masih ingat untuk membuat kita terus bahagia bahwa "Mengapa kita tidak bisa berkali-kali menertawai satu lelucon yang sama? Sementara kita berkali-lali menangis pada satu masa yang sama." Maka, Bahagia itu sederhana, ketika kita dapat membuat sekian orang ikut menertawai penderitaan.

22 Maret 2020

Hoax yang paling indah 2020 memecahkan rekor, di kampung orang-orang yang masih terikat pada mitologi, berbondong-bondong membeli telur ayam untuk direbus dan dimakan. Akhirnya, bisa dirintis sinetron baru dengan judul "Penjual Telur Naik Haji". Ide yang terlintas dalam kepala saya adalah karena keadaan belum steril, tidak bisa ke Mekah. Jadi cukup cari orang yang telah menjadi haji, kemudian naiki, supaya naik haji.

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.

22 Maret 2020

Saya baru saja melewati empat gerbang yang mengantar saya membayangkan sesosok yang belum pernah kukenal, Soe Hoek Gie. Dalam setiap gerbang, mengatakan bahwa _Catatan Seorang Denstran_ adalah manifestasi kejujuran, keberanian, dan perjuangan seorang pemuda yang tetap tersenyum pada surat-surat kaleng (yang menghujatnya). Ketiga gerbang sepakat bahwa, _Catatan Seorang Demonstran_ akan berguna untuk mahasiswa. *_Mari merebah di bingka jendela, agar kita lihat sisi dunia yang jauh telampaui._*

25 Maret 2020

  Saya, ingin menjadi penulis. Maka ketika saya melihat ketimpangan, saya pun menuliskannya. Tapi bukan untuk konsumsi publik. Pasalnya, di media sosial banyak orang pintar. Saya takut, menuliskan hal-hal yang menurut saya salah dan menurut orang-orang pintar itu, bisa benar, bisa salah. Saya telah membuat buku catatan yang akan menjadi sejarah, bahwa saya meng-kritik melalui tulisan yang saya simpan sendiri. Yang jelas saya masih ingin jadi mahasiswa yang sederhana. Tidak "ikut arus dan tidak apatis" seperti yang dituliskan Gie.

24 Maret 2020

Kadang saya berpikir, bahwa saya hidup hanya untuk melihat berbagai persoalan (bias, kontradiksi, dan kontraversi.) Indonesia sudah denuho dengan perbagai bias sejak masa orde lama, kekuasaan membuat orang-orang lupa diri. setiap penguasa seharusnya menjadi tolok ukur kesajahateraan rakyat, bukan untuk memuaskan nafsu semata. Manusia yang tidak membaca sejarah akan mengagumi sepenuhnya sosok seorang bung Karno, Tetapi tidak dengan saya, setelah saya baca dan menonton berapa sumber, ternyata beliau juga merupakan budak material. Dalam buku Api Sejarah, mengungkap berbagai persoalnya islam dan berjuangan yang dibungkam oleh sistem kolonia, misalnya seperti mata pelajaran sejarah yang diajarkan siswa SMP tentang teori revolusi Darwin. Kita diperbodohi sejak siswa, padahal sejarah Islam lebih jujur menceritakan sejarah. Maka Ahmad Masyur Suryanegara membongkar sejarah Islam yang disembunyikan selama ini. Maka untuk mengerti peradaban, kita harus membaca, sebab tanpa ijazah, lalu memb...

22 Maret 2020

Pertarungan Statemen dari dua pimpinan lembaga/organisasi akan membahayakan banyak orang, jika berdasarkan egoisme personal tanpa koordinasi. Saya tidak ingin menjabarkan pada publik bahwa saya berpihak di mana, cukup jadi kosnsumsi saya sendiri, melalui pertimbangan dan penelaahan isu yang diperdebatkan.Saya harap keduanya dapat bertemu titik terang.

22 Maret 2020

Saya baru saja melewati empat gerbang yang mengantar saya membayangkan sesosok yang belum pernah kukenal, Soe Hoek Gie. Dalam setiap gerbang, mengatakan bahwa _Catatan Seorang Denstran_ adalah manifestasi kejujuran, keberanian, dan perjuangan seorang pemuda yang tetap tersenyum pada surat-surat kaleng (yang menghujatnya). Ketiga gerbang sepakat bahwa, _Catatan Seorang Demonstran_ akan berguna untuk mahasiswa. *_Mari merebah di bingka jendela, agar kita lihat sisi dunia yang jauh telampaui._*

22 Maret 2020

Saya seorang yang melarat. Saya ingin beberapa atau semua wanita memilih. Tentunya harapan saya akan mewakili kaum yang senasib dengan saya, perihal nestapa.  "Jika kalian bersama kami, apa yang kalian akan harapkan dan butuhkan dari kemelaratan kami?"

22 Maret 2020

Terima kasih N eneng Siti Sopariah yang telah berkenan membacakan puisiku. "Neng, Puisinya saya upload di YouTube ya?" "Emang bagus ya ka?" "Saya tidak perlu bagus, yang penting mau tulus membacanya." "Neng, Tulus kok ka." Tentunya saya bahagia ada seseorang yang berbaik hati untuk membacakan karya-karyaku. Apalagi pembacanya di luar dari Sulawesi Tenggara, dari Sukabumi. Saya setidaknya saya sudah membuat dari sekian banyak orang untuk tertarik pada karyaku. https://youtu.be/KownoxPVkOY