Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Yang Hilang Yang Terbaikan

 Sekolah setinggi-tingginya, berkakvitas sebanyak-banyaknya dan sesibuk-sibuknya. Tapi kalau akhlak jebol, manusia tidak beda dengan hewan-hewan yang hanya ingin memenuhi naluri pemangsanya. Pesan untuk "katanya" orang pintar. Entah mengapa saya kembali membayangkan kehidupan yang serba beradab. Kehidupan orang-orang cerdas-bermoral. Kehidupan yang bahkan hari ini nyaris hilang dari peradaban. Beberapa contoh, konon orang-orang Buton setinggi apapun jabatannya tetap akan tunduk pada guru. Atau sepintar apapun yang adik-adik akan tetap hormat pada yang lebih tua. Era mengubah berbagai aspek peradaban, mungkin ada segelintir orang yang telah berorganisasi atau merasa pintar, lalu dia tidak mau hormat pada seorang yang lebih tua (senior), mungkin lantaran dia memandang senior itu terlihat idiot atau terlihat bodoh di matanya.

Siklus Kepribadian

Belakangan saya merasa, begitu banyak yang berubah dalam kehidupan kecil ini, di awali dari berbagai kekecewaan yang membuat saya marah dan tidak ingin bicara, kecuali pada beberapa orang yang memang saya akrabi (kadang pula enggan).  Saya berpikir percuma jadi manusia yang dibutuhkan, ketika saya sedang berada dalam terpurukkan seakan saya merasa tidak banyak orang baik di dunia ini. Beberapa kali, saya ingin mencoba senyap dari media sosial, tapi saya takut kehilangan informasi penting. Beberapa kali saya coba ingin mengabaikan sesiapa saja yang mengirim pesan WhatsApp, Tapi saya selalu tidak tega membiarkan orang-orang sedikit menunggu. Kira-kira inilah yang menjadi sedikit berat untuk saya beralih kepribadian. Tapi setidaknya sedikit mulai berubah ada perubahan. Mungkin karena memikirkan kekecewaan saya pada orang-orang lantas saya merasa tidak perlu berbicara pada sesiapa saja, kecuali mereka teman-teman yang saya anggap manusia. Mungkin dengan satu potongan kalimat yang ...