Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Afdeling III A (Catatan Harian)

 Di sini, di Afdeling III A, di lembah Langgikima. Saya mencintai lembahnya, udaranya, kabutnya, rimbunya, rindangnya, ranumnya, asrinya, dan sebagainya. Hanya sayang yang tidak termaafkan adalah sebuah pengkhianatan. Pengkhianatan mungkin oknum atau perusahaan sepenuhnya pada masyarakat. Masyarakat yang memimpikan berbagai kemungkinan yang memberikan keabsahan.  Tetapi ternyata, harapan itu terkhianati, rakyat tak mendapat hak sebagaimana yang dijanjikan ketika sebelum sawit numpang di atas tanah mereka.  Saya paham bagaimana rasanya terusik di kandang sendiri. Tapi apa boleh buat, nasib di rampas orang. Sementara tanah, air, udara dan seisinya dikuasai oleh negara. Negara dikuasai oleh diktator, koruptor, iblis dan manusia-manusia yang kadang lihai menjilat. Langgikima, 2 Januari 2021

idealisme II

Setiap orang dapat berdiri dengan kekuatan pendiriannya yang kokoh, itu hak setiap manusia: tua, muda, dara, jejaka, semua memiliki hak untuk sekeras-kerasnya menentukan hidupnya. Idealisme memang penting dalam kehidupan seseorang supaya tidak mudah goyah dan tidak muda pula terdikte oleh siapa pun. Tapi yang perlu diingat dan terus diingat, bahkan menjadi perhatian penting dan utama sebagai manusia sosial. Manusia-manusia yang saling mengasihi dan menghargai satu sama lain.  Sebagai makhluk sosial kita memiliki satu beban yang tidak boleh dilupakan. Hanya saja selama ini telah diabaikan. Terkadang tidak sedikit orang yang masih ingin melakukannya. Sebagaimana telah ditetapkan bahwa kita: ada yang tua, ada yang muda, ada yang kanak-kanak, ada yang balita. Ada yang kakak ada yang adik.  Maka sebagaimana makhluk beradab, kita harus tetap menghormati yang tua, dan  menghargai yang muda, yang kanak-kanak, yang balita. Menghormati yang kakak, menghargai yang adik. Tanpa menghi...

Menjadi Manusia yang Manusia

Iksan Skuter dalam lirik lagunya "makin susah saja menjadi manusia yang manusia".  Manusia yang manusia? Perlu kita renungkan, Iksan Skuter begitu tersirat mengatakan bahwa tidak semua manusia adalah manusia. Lalu, jika bukan manusia, lalu apa? Selain manusia, ada jin, malaikat, hewan dan benda.  Hemat saya, manusia dapat dikategorikan sebagai; entah hewan, jin, bahkan benda. Tergantung dari dinamika pembahasan, misalkan seperti kata Aristoteles "manusia adalah hewan yang berpikir" sampai di sini, mungkin tidak sedikit orang yang akan mengelak. Tapi kenyataannya demikian, kadang secara gamblang, manusia persis hewan.  Membedakan manusia dengan hewan terletak pada proses berpikir (atau menggunakan akal). Dengan akal, manusia akan dibatasi oleh norma-norma, misalnya norma spritual dan norma sosial. Sebab makhluk ciptaan Allah, manusia terikat oleh kaidah-kaidah spritual. Dari ranah sosial, manusia terikat oleh berbagai sikap kaku, ada tuntutan agar seorang berakal tid...

Idealis dan Akhlak

 Tentang kemantapan hati, seorang mahasiswa bisa saja selalu dengan kekuatan pendirinya. Berani mengatakan tidak pada yang salah dan berani mengatakan kebenaran walau akan dibungkam. Itu pasti.  Misalnya mahasiswa akan adu argumen dengan dosen jika mahasiswa menguasai pelajaran dan menganut paham "tidak ada kebenaran mutlak". Bahwa semua orang memiliki kebenaran masing-masing. Semua orang berhak mendapatkan dukungan atas kelogisan argumen. Apa hal demikian benar? Bagi saya, ada benarnya dan ada salahnya. Sisi benarnya adalah mahasiswa harus berani mengungkapkan argumen selama berada di jalur yang benar, misalnya menguasai pembahasan. Tapi ingat, sepintar-pintarnya mahasiswa harus juga menjunjung tinggi sopan-santun, sebagai seorang pelajar, yang tabiat sebagai murid yang menerima pelajaran.  Letak kesalahannya, adalah ketika mahasiswa mengungkapkan argumen tanpa menjunjung tinggi rasa hormat kepada yang lebih tua, apalagi pada seorang dosen yang sudah sejak sebagai pemand...

Catatan Fenomena Covid-19

CATATAN FENOMENA COVID-19 Covid-19 katanya "salah satu varian virus yang sangat mematikan." Dibuktikan dengan beredarnya berbagai macam video kematian mendadak, berita kewalahannya tenaga medis, dan berbagai berita horor lainya. Benarkah semua ini? Mari kita bahasa. Kira-kira akhir 2019 telah beredar informasi bahwa ada virus varian baru yang sangat mematikan yang bermula dari salah satu pasar di Wuhan. Muncul berbagai analisis bahwa virus berasal dari hewan-hewan yang dijual, ada yang mengatakan karena kuliner hewan hidup, dari lipan yang dijadikan sate, dan ada pula yang mengatakan dari kelelawar. Karena orang Indonesia muda percaya berbagai isu maka, segala informasi tersebar begitu cepat entah valid atau tidak. Karena maraknya penyebaran informasi yang belum tervalidasi, seolah-olah para media berlomba mencari informasi tentang covid-19. Entah benar atau tidak, asal view meroket maka pekerjaan jurnalis. Sementara masyarakat tengah panik bukan kelapangan. Saya m...