Di sini, di Afdeling III A, di lembah Langgikima. Saya mencintai lembahnya, udaranya, kabutnya, rimbunya, rindangnya, ranumnya, asrinya, dan sebagainya. Hanya sayang yang tidak termaafkan adalah sebuah pengkhianatan. Pengkhianatan mungkin oknum atau perusahaan sepenuhnya pada masyarakat. Masyarakat yang memimpikan berbagai kemungkinan yang memberikan keabsahan. Tetapi ternyata, harapan itu terkhianati, rakyat tak mendapat hak sebagaimana yang dijanjikan ketika sebelum sawit numpang di atas tanah mereka. Saya paham bagaimana rasanya terusik di kandang sendiri. Tapi apa boleh buat, nasib di rampas orang. Sementara tanah, air, udara dan seisinya dikuasai oleh negara. Negara dikuasai oleh diktator, koruptor, iblis dan manusia-manusia yang kadang lihai menjilat. Langgikima, 2 Januari 2021
Blog ini akan berisi catatan harian saya (Rahmat Adianto), saya sudah mulai menulis di sebuah buku kecil yang saya beri judul sendiri 'Saya Menulis, Sayang". Berisi tentang manifestasi asmara, nestapa, nostalgia, kritik sosial, dan wawasan disiplin ilmu lain yang lahir dari hasil bacaan dan interpretasi yang saya lakukan.