Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Siklus 3, Keserakahan Manusia

 Kita akan selalu bertemu dengan orang-orang yang hanya akan memikirkan kesenangannya sendiri. Manusia manusia yang memilih bodoh amat pada sebagian aspek kehidupannya, dan akhirnya akan kecewa pada orang lain lantaran permintaannya ditolak.  Ketika setiap orang sudah sama-sama bekerja, seharusnya sama-sama pula menerima gaji. Maka seharusnya kita harus selalu menyisipkan untuk keperluan pribadi. Kedantipun telah dibagi dengan tanggung jawabnya.  Kadang saya berpikir, orang orang yang hanya asyik menghabiskan hasil jeripayanya untuk berfoya-foya, sebenarnya apa tujuannya? Setelah menyadari mereka telah kehabisan banyak uang, masih sempat bertanya "kapan kita kaya? ". Tidak ada yang tau jawabannya.  Jangankan berfoya-foya, seorang yang menabung, pun belum tentu akan menjadi orang kaya. Sebab dalam kehidupan, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Belum lagi kalau-kalau untuk memenuhi keinginan. Butuh proses yang panjang berjuang dan berpikir untuk menjadi kaya....

Siklus 2: Rasanya Menyayangi

 Seperti apa rasanya menyayangi?  Ada banyak hal yang tidak dapat diungkapkan dengan sekadar kata. Ketika saya menyayangi seseorang. Saya sering ungkapkan perasaan itu. Ketika saya bersiteru dengannya entah mengapa air mata selalu jatuh tanpa izin. Ketika saya menunggu kabar dan dia sibuk, tidak terungkap berapa berat geliasahku.  Bukan karena saya tidak percaya padanya, tapi saya hanya ingin selalu memastikan apakah dia baik-baik saja. Karena saya ingin betul-betul menjaganya meskipun sekadar menjaga melalui jarak. Saya ingin selalu ingatkan, sebab kalau sudah terlalu sibuk dia lupa dengan diri sendiri.  Sekarang dia sering sakit, mungkin karena saya terlambat datang dan memberi perhatian. Sudah sejak lama dia lupa jaga kesehatan dan harus diingatkan. Saya tidak akan  sungkan untuk memarahinya. Selagi demi kesehatan dan kebaikannya. Anggap saja itu bagian kecil dari rasa sayangku.  Saya akan cemburu jika ada lelaki yang dekat denganya. Bukan karena saya ta...

Siklus 1; Perihal Perasaan

Serumit inikah hidup seperti ini? Saya bingung harus memulai dari mana?  Lima bulan terakhir ini, bahkan begitu rumit jika saya memikirkan diri saya sendiri. Kehidupan macam apa ini? Kadang rasanya sangat kegirangan, tapi kadang juga rasanya sesak sesesak-sesaknya. Ya mungkin karena persoalan perasaan yang memang rumit dimengerti. Apalagi ada hati lain juga yang harus dipikirkan.  Tapi yang terjadi adalah, sudah terlalu jauh saya masuk di kedalaman perasaan ini. Bahkan mungkin telah terjebak. Ada banyak hal yang entah bagaimana saya akan ceritakan. Soal asmara. Tepatnya saya terjebak dalam keadaan yang rumit. Mungkin karena masih terlalu labil di usia seperti ini soal cinta.  Saya selalu saja kehilangan kedewasaan dalam berpikir, emosian, merasakan amarah yang harus selalu dilupakan. Tapi saya tidak pernah bisa bertahan dengan segala kegusaran itu, tidak pernah pula dapat mengabaikannys. Ada semacam perasaan ataukah naluri yang terus membusik untuk sabar dan selalu memaaf...