Sekolah setinggi-tingginya, berkakvitas sebanyak-banyaknya dan sesibuk-sibuknya. Tapi kalau akhlak jebol, manusia tidak beda dengan hewan-hewan yang hanya ingin memenuhi naluri pemangsanya. Pesan untuk "katanya" orang pintar. Entah mengapa saya kembali membayangkan kehidupan yang serba beradab. Kehidupan orang-orang cerdas-bermoral. Kehidupan yang bahkan hari ini nyaris hilang dari peradaban. Beberapa contoh, konon orang-orang Buton setinggi apapun jabatannya tetap akan tunduk pada guru. Atau sepintar apapun yang adik-adik akan tetap hormat pada yang lebih tua. Era mengubah berbagai aspek peradaban, mungkin ada segelintir orang yang telah berorganisasi atau merasa pintar, lalu dia tidak mau hormat pada seorang yang lebih tua (senior), mungkin lantaran dia memandang senior itu terlihat idiot atau terlihat bodoh di matanya.
Blog ini akan berisi catatan harian saya (Rahmat Adianto), saya sudah mulai menulis di sebuah buku kecil yang saya beri judul sendiri 'Saya Menulis, Sayang". Berisi tentang manifestasi asmara, nestapa, nostalgia, kritik sosial, dan wawasan disiplin ilmu lain yang lahir dari hasil bacaan dan interpretasi yang saya lakukan.