Langsung ke konten utama

Yang Hilang Yang Terbaikan

 Sekolah setinggi-tingginya, berkakvitas sebanyak-banyaknya dan sesibuk-sibuknya. Tapi kalau akhlak jebol, manusia tidak beda dengan hewan-hewan yang hanya ingin memenuhi naluri pemangsanya.


Pesan untuk "katanya" orang pintar.


Entah mengapa saya kembali membayangkan kehidupan yang serba beradab. Kehidupan orang-orang cerdas-bermoral. Kehidupan yang bahkan hari ini nyaris hilang dari peradaban. Beberapa contoh, konon orang-orang Buton setinggi apapun jabatannya tetap akan tunduk pada guru. Atau sepintar apapun yang adik-adik akan tetap hormat pada yang lebih tua.

Era mengubah berbagai aspek peradaban, mungkin ada segelintir orang yang telah berorganisasi atau merasa pintar, lalu dia tidak mau hormat pada seorang yang lebih tua (senior), mungkin lantaran dia memandang senior itu terlihat idiot atau terlihat bodoh di matanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.