Langsung ke konten utama

Afdeling III A (Catatan Harian)

 Di sini, di Afdeling III A, di lembah Langgikima. Saya mencintai lembahnya, udaranya, kabutnya, rimbunya, rindangnya, ranumnya, asrinya, dan sebagainya. Hanya sayang yang tidak termaafkan adalah sebuah pengkhianatan. Pengkhianatan mungkin oknum atau perusahaan sepenuhnya pada masyarakat. Masyarakat yang memimpikan berbagai kemungkinan yang memberikan keabsahan. 

Tetapi ternyata, harapan itu terkhianati, rakyat tak mendapat hak sebagaimana yang dijanjikan ketika sebelum sawit numpang di atas tanah mereka. 

Saya paham bagaimana rasanya terusik di kandang sendiri. Tapi apa boleh buat, nasib di rampas orang. Sementara tanah, air, udara dan seisinya dikuasai oleh negara. Negara dikuasai oleh diktator, koruptor, iblis dan manusia-manusia yang kadang lihai menjilat.


Langgikima, 2 Januari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.