Langsung ke konten utama

Perjalanan Nestapa

Selamat menuju ke kehidupan baru. Betul kata pendahulu, kita harus punya impian yang tinggi. Maka saya ingin menyatukan timur dan barat.

Tapi bukan itu esensi dari impian saya, adalah pertemuan antara kita yang saling mencari dari timur dan barat mana pun setelah kita mengukuhkan niat. Dan kita saling menerima, bukan karena dasar keinginan, sebab tak ada manusia yang betul-betul mengukur dan dan memperkirakan keinginannya, melainkan kita adalah takdir yang saling bertemu, yang saling membutuhkan sebagai sebagai serpihan yang kegelisahan menyatu. Pertemuan itu adalah pertemuan antara timur dan barat.

Matahari adalah surat kerinduan yang diantarkan waktu kepadamu. Saban hari kau akan terus kukirimi surat-surat kerinduan, untuk kau simpan di laci paling aman, dalam hati terdalammu.

Katakan saya timur yang memancarkan cahaya sebagai penerang jalan-jalan perjuangan dan keikhlasan. Lalu kau adalah barat yang menyimpan keindahan senja dan menemukan keihklasan dan perjuangan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.