Langsung ke konten utama

Lupa Cara Tidur

Sudah malam, bukan itu maksudku, saya hanya ingin menggunakan kata "sudah" sebagai penanda waktu yang telah berlalu. Yang saya maksud adalah subuh hampir usai pula. Menjelang pagi, tapi suasana belum terang, masih menggelap. Sama seperti waktu-waktu yang telah berlalu, dengan suasana yang sama, mata yang terjaga.

Entah, saya telah lupa atau benar-benar tidak tau cara tidur? Saya coba menggiring  tubuh dan merebah ke tempat tidur. Tapi ini bukan tempat tidur lagi. Saya telah menghabiskan waktu dengan duduk, baring, berdiri, duduk, berdiri, baring, dan seterusnya. Mungkin saya telah kehilangan malam, dan juga mungkin akan kehilangan "siang". Sama seperti saya kehilangan keberanian untuk mencintaimu. Tak ada alasan yang dapat kau minta, tak ada jawaban untuk pertanyaan darimu. Tapi saya ingin katakan jaga hatimu, dari buaya-buaya lucu yang suka melucu. 😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.