Langsung ke konten utama

Siklus 3, Keserakahan Manusia

 Kita akan selalu bertemu dengan orang-orang yang hanya akan memikirkan kesenangannya sendiri. Manusia manusia yang memilih bodoh amat pada sebagian aspek kehidupannya, dan akhirnya akan kecewa pada orang lain lantaran permintaannya ditolak. 

Ketika setiap orang sudah sama-sama bekerja, seharusnya sama-sama pula menerima gaji. Maka seharusnya kita harus selalu menyisipkan untuk keperluan pribadi. Kedantipun telah dibagi dengan tanggung jawabnya. 

Kadang saya berpikir, orang orang yang hanya asyik menghabiskan hasil jeripayanya untuk berfoya-foya, sebenarnya apa tujuannya? Setelah menyadari mereka telah kehabisan banyak uang, masih sempat bertanya "kapan kita kaya? ". Tidak ada yang tau jawabannya. 

Jangankan berfoya-foya, seorang yang menabung, pun belum tentu akan menjadi orang kaya. Sebab dalam kehidupan, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Belum lagi kalau-kalau untuk memenuhi keinginan. Butuh proses yang panjang berjuang dan berpikir untuk menjadi kaya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.