Langsung ke konten utama

25 Maret 2020

 
Saya, ingin menjadi penulis. Maka ketika saya melihat ketimpangan, saya pun menuliskannya. Tapi bukan untuk konsumsi publik. Pasalnya, di media sosial banyak orang pintar. Saya takut, menuliskan hal-hal yang menurut saya salah dan menurut orang-orang pintar itu, bisa benar, bisa salah. Saya telah membuat buku catatan yang akan menjadi sejarah, bahwa saya meng-kritik melalui tulisan yang saya simpan sendiri.

Yang jelas saya masih ingin jadi mahasiswa yang sederhana. Tidak "ikut arus dan tidak apatis" seperti yang dituliskan Gie.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.