Langsung ke konten utama

Tentang Film "The Flowers of War"11 April 2020




The Flowers of War, judul yang bercerita tentang bunga dan perang, filmnya dibuka dengan perang antara militer Jepang dan militer Cina. Akhirnya, Nanking jatuh ke genggaman militer Jepang, setelah pembantaian dilakukan pada sesiapa pun, kecuali pendeta. Pelacur-pelacur dihempaskan peluruh senapan, perawan-perawan (murid-murid di biara) dilampiaskan nafsu (diperkosa). Secara eksplisit, tidak ada satu adegan menunjukkan bunga. Saya curiga, bahwa bunga yang dikatakan adalah pelacur-pelacur yang pada akhirnya mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan perawan-perawan itu. Tapi mungkin masih ada interpretasi lain?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.