The Flowers of War, judul yang bercerita tentang bunga dan perang, filmnya dibuka dengan perang antara militer Jepang dan militer Cina. Akhirnya, Nanking jatuh ke genggaman militer Jepang, setelah pembantaian dilakukan pada sesiapa pun, kecuali pendeta. Pelacur-pelacur dihempaskan peluruh senapan, perawan-perawan (murid-murid di biara) dilampiaskan nafsu (diperkosa). Secara eksplisit, tidak ada satu adegan menunjukkan bunga. Saya curiga, bahwa bunga yang dikatakan adalah pelacur-pelacur yang pada akhirnya mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan perawan-perawan itu. Tapi mungkin masih ada interpretasi lain?
The Flowers of War, judul yang bercerita tentang bunga dan perang, filmnya dibuka dengan perang antara militer Jepang dan militer Cina. Akhirnya, Nanking jatuh ke genggaman militer Jepang, setelah pembantaian dilakukan pada sesiapa pun, kecuali pendeta. Pelacur-pelacur dihempaskan peluruh senapan, perawan-perawan (murid-murid di biara) dilampiaskan nafsu (diperkosa). Secara eksplisit, tidak ada satu adegan menunjukkan bunga. Saya curiga, bahwa bunga yang dikatakan adalah pelacur-pelacur yang pada akhirnya mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan perawan-perawan itu. Tapi mungkin masih ada interpretasi lain?

Komentar
Posting Komentar