Darimu, Ahmad Ridwan Wanderer
dapatkah kau ceritakan perihal ayam yang disembelih di halaman bibir
pemakaman itu? Ayam yang menziarahi makam-makam sunyi sebelum
benar-benar napasnya senyap. Apakah ayam itu membaca setiap nama di
nisan-nisan tengadah. Ataukah makam-makam itu tak lagi terawat
kesetiaan?
Blog ini akan berisi catatan harian saya (Rahmat Adianto), saya sudah mulai menulis di sebuah buku kecil yang saya beri judul sendiri 'Saya Menulis, Sayang". Berisi tentang manifestasi asmara, nestapa, nostalgia, kritik sosial, dan wawasan disiplin ilmu lain yang lahir dari hasil bacaan dan interpretasi yang saya lakukan.
Komentar
Posting Komentar