Beberapa malam lalu, saya bermimpi tentang hal yang aneh, lucu, dan malu jika saya ceritakan. Berapa hari ini saya saya berada di dalam keluarga kecil, keluarga Laskar Sastra. Di sini memang lumayan banyak yang saya kenal, dan banyak juga yang tidak saya kenal. Lalu ada satu perempuan yang pendai berkawan, beberapa hari bertemu dia telah mengakrabiku. Saya terus bercanda padanya, sebaliknya. Satu hal yang saring dia katakan, ketika saya mengeluh tidak enak atau tidak manis saat saya makan atau minum sesuatu. Teh, kopi, atau apapun. Dia katakan "kak, kalau Nda manis lihat saja saya." Lalu dia tertawa, sejenak saya perhatikan rautnya, dia seorang yang manis, baik, perhatian, dan familiar. Beberapa hari saya sakit, dia peduli pada saya, mungkin karena kepeduliannya hingga saya tidak sengaja memimpikannya . Saya mimpi kami begitu dekat, dia selalu menemani saya, mengajak saya cerita dan kami sesekali tertawa. Lalu saya berbaring di pahanya setelah penawarannya. Sekilas saya bahagia. Selanjutnya saya tidak tau lagi, yang pasti beberapa hal ini yang saya dapat ceritakan dalam tulisan ini. Dan ini hanya sebatas mimpi, mustahil jadi kenyataan, saya sadar keadaanku, saya ibaratkan rumah kumuh yang tak diakui empunya, bahkan tak mungkin dimiliki orang lain.
Blog ini akan berisi catatan harian saya (Rahmat Adianto), saya sudah mulai menulis di sebuah buku kecil yang saya beri judul sendiri 'Saya Menulis, Sayang". Berisi tentang manifestasi asmara, nestapa, nostalgia, kritik sosial, dan wawasan disiplin ilmu lain yang lahir dari hasil bacaan dan interpretasi yang saya lakukan.
Komentar
Posting Komentar