Langsung ke konten utama

24 Maret 2020



Kadang saya berpikir, bahwa saya hidup hanya untuk melihat berbagai persoalan (bias, kontradiksi, dan kontraversi.)

Indonesia sudah denuho dengan perbagai bias sejak masa orde lama, kekuasaan membuat orang-orang lupa diri. setiap penguasa seharusnya menjadi tolok ukur kesajahateraan rakyat, bukan untuk memuaskan nafsu semata. Manusia yang tidak membaca sejarah akan mengagumi sepenuhnya sosok seorang bung Karno, Tetapi tidak dengan saya, setelah saya baca dan menonton berapa sumber, ternyata beliau juga merupakan budak material. Dalam buku Api Sejarah, mengungkap berbagai persoalnya islam dan berjuangan yang dibungkam oleh sistem kolonia, misalnya seperti mata pelajaran sejarah yang diajarkan siswa SMP tentang teori revolusi Darwin. Kita diperbodohi sejak siswa, padahal sejarah Islam lebih jujur menceritakan sejarah. Maka Ahmad Masyur Suryanegara membongkar sejarah Islam yang disembunyikan selama ini.

Maka untuk mengerti peradaban, kita harus membaca, sebab tanpa ijazah, lalu membaca kita akan menjadi sarjana, bahkan kita bisa menjadi profesor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

05 April 2020

Ada apa?

25 Maret 2020

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1286586841730127&set=a.112884472433709&type=3&eid=ARBScCIZzG3r5t_LA82xzdvZlH_3UuNLzcKpMk18wBZbQAePHEQNhFzLbYFKTuBUIriJH-bYpjYvGt_1 Kata Bang Kahar Mappasomba Daeng Tulolo saya harus membaca apa pun. Baru saja, saya lihat burung gereja rumah tetangga depan kamar saya. Tiba-tiba saya berpikir, tentang alasan (burung dalam gambar) diakrabi dengan nama burung gereja dan seharusnya "Passer montanus" nama latinnya. Ternyata burung ini berasal dari Asia. Di Indonesia burung ini, sering ditemukan dan membuat sarang di gereja. Karena burung ini selalu mencari tempat yang aman, maka gereja dengan arsitektur yang kadang tinggi dan luas, cukup dianggapnya sebagai tempat yang aman.